Banyak di antara kita yang telah menghadiri majelis ilmu, rajin mengaji, dan mengenal dalil-dalil agama. Namun, terkadang masih tersisa cara pandang jahiliah yang tanpa disadari menetap di dalam hati.
Di antaranya adalah rasa takut memiliki banyak anak karena khawatir terhadap rezeki dan beratnya nafkah. Padahal Allah-lah yang memberi rezeki kepada setiap makhluk-Nya. Tugas kita adalah berikhtiar dengan cara yang halal dan bertawakal kepada-Nya.
Berbeda dengan orang tua kita dahulu, banyak dari mereka meyakini bahwa "banyak anak banyak rezeki". Keyakinan itu pula yang mungkin menjadi salah satu sebab mereka tidak takut memiliki banyak anak, karena mereka yakin rezeki datang dari Allah, bukan semata dari hitungan manusia.
Sebagian lainnya masih merasa kurang senang ketika Allah menganugerahkan anak perempuan, seolah-olah anak laki-laki lebih mulia. Padahal semua anak adalah karunia dan amanah dari Allah. Dia memberikan anak laki-laki, anak perempuan, atau keduanya sesuai dengan hikmah-Nya.
Maka hendaknya kita memperbaiki hati. Jangan sampai lisan mengaku telah meninggalkan jahiliah, namun cara berpikir masih dipengaruhi nilai-nilai jahiliah.
Seorang mukmin menerima setiap ketetapan Allah dengan ridha. Meyakini bahwa setiap anak membawa rezekinya, setiap amanah memiliki pertolongan-Nya, dan setiap keputusan Allah pasti penuh hikmah.