Istrimu adalah sahabat terbaikmu.
Perbanyaklah tersenyum kepadanya. Mudahkan lisanmu mengucapkan, “Syukran, honey,” “Jazakillahu khairan, istriku,” “Barakallahu fiik, sayangku,” atas segala yang ia lakukan untukmu.
Rasulullah ﷺ adalah teladan dalam menunjukkan kasih sayang kepada istri. Beliau ﷺ memuji, bercanda, dan memperlakukan istri-istrinya dengan penuh kelembutan.
Maka, pujilah dan berterima kasihlah kepada istrimu.
Pujilah masakannya. Hargai pakaian yang ia lipat dan setrika. Ucapkan terima kasih ketika ia merapikan rumah, memandikan anakmu, mengganti popok, menyuapi, menidurkan, membersihkan, dan menjaga anak-anakmu.
Jangan anggap semua itu sebagai hal biasa.
Mungkin bagi kita, ucapan “Terima kasih,” “Masakannya enak,” atau “Jazakillahu khairan” terasa sederhana. Namun bagi seorang istri, itu bisa sangat berarti.
Awalnya mungkin terasa kaku, malu, atau aneh.
Tapi biasakan.
Jangan pelit dengan senyuman, pujian, dan ucapan terima kasih.
Muliakanlah ia dengan lisanmu. Hargai apa yang ia lakukan. Buatlah ia merasa bahwa semua jerih payahnya dilihat dan dihargai oleh orang yang paling dekat dengannya: suaminya sendiri.
Jangan biarkan ia hanya tahu bahwa engkau mencintainya dari sikapmu, tetapi biarkan ia mendengarnya dari lisanmu dan merasakannya dari perhatianmu.
Sebab seorang istri tidak hanya ingin dicintai, tetapi juga ingin dihargai, diperhatikan, dan diyakinkan bahwa dirinya berarti.
Karena terkadang, kata-kata sederhana yang kita anggap sepele, justru menjadi kebahagiaan besar bagi wanita yang kita cintai dan menjadi salah satu sebab keharmonisan rumah tangga.