Keluarga Muslim

Kehadiran Anak yang Mengubah Kebiasaan di Majelis Ilmu

Dulu, membawa buku dan pena saat menghadiri kajian bukanlah kebiasaannya. Ia lebih memilih mencatat melalui smartphone. Toh, lebih praktis dan catatan mudah dibuka kembali kapan saja.

Namun, kebiasaan itu berubah ketika anaknya yang masih kecil mulai ikut duduk di majelis ilmu.

Ada keinginan untuk memberikan teladan. Rasanya kurang pantas jika sang anak melihat bapaknya terus memegang smartphone di majelis ilmu, meskipun sebenarnya sedang mencatat, bukan bermain-main.

Akhirnya, buku dan pena kembali menjadi teman setiap kali menghadiri kajian. Bukan karena teknologi tidak lagi praktis, tetapi ia ingin anaknya melihat bahwa menuntut ilmu perlu kesungguhan, salah satunya dengan mendengarkan dan mencatat faedah yang disampaikan.

Tanpa terasa, kebiasaan itu terus berlanjut hingga sekarang. Bahkan, terasa ada yang kurang jika menghadiri kajian tanpa membawa buku dan pena.

Ternyata, bukan hanya anak yang belajar dari kebiasaan itu. Ia sendiri merasakan manfaatnya. Ilmu lebih membekas, mudah diingat, dan catatan-catatan kecil itu menjadi kumpulan faedah yang bisa dibaca kembali.

Terkadang, mendidik anak bukan dimulai dari banyaknya nasihat, tetapi dari kesediaan orang tua memperbaiki kebiasaan dirinya sendiri.