Jangan mudah tersinggung dengan tulisan/chat orang lain dalam bersosial media. Kita tidak tahu nada suaranya, ekspresi wajahnya, atau keadaan hatinya ketika menulis.
Jangan membaca tulisan orang dengan emosi kita sendiri. Bisa jadi yang kita anggap sindiran hanyalah kalimat biasa. Yang kita anggap marah, ternyata ditulis dengan senyum.
Jangan buru-buru membalas ketika emosi. Beri waktu hati untuk tenang sebelum mengetik sesuatu yang mungkin akan kita sesali.
Jangan mudah berburuk sangka. Jika ada tulisan yang terasa menyakitkan atau membingungkan, klarifikasi sebelum menyimpulkan.
Dan yang paling penting, ingatlah bahwa di balik setiap akun ada manusia yang punya hati.
Jangan jadikan media sosial tempat melampiaskan emosi, tetapi jadikan ia sebagai sarana menyebarkan kebaikan.
Karena satu tulisan bisa membuat seseorang tersenyum, tetapi satu tulisan juga bisa melukai hati seseorang bertahun-tahun.
Jaga lisan di dunia nyata, dan jagalah jemari di dunia maya.
Sekarang mari kita bertanya kepada diri sendiri:
Sudahkah tulisan-tulisan kita selama ini menjadi sebab orang lain mendapatkan kebaikan, atau justru menjadi sebab hati mereka terluka?
Sebelum menekan tombol “Kirim”, berhentilah sejenak dan tanyakan:
“Apakah ini perlu aku tulis? Apakah ini benar? Apakah ini bermanfaat? Dan apakah Allah ridha dengan apa yang akan aku tuliskan?”
Karena setiap kata yang kita tulis mungkin dianggap sepele oleh kita, tetapi bisa sangat berarti bagi orang lain dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Dan tetaplah berbaik sangka kepada saudaramu seiman. Bersihkan hatimu, jaga ucapanmu, dan serahkan apa yang tidak engkau ketahui kepada Allah. Bisa jadi dengan husnuzan, Allah menjaga hatimu dari permusuhan dan menjaga persaudaraanmu dari perpecahan.