Keluarga Muslim

Ternyata selama ini, mereka hidup dalam doa yang dulu pernah mereka panjatkan

Sejak masih duduk di bangku SMA, seorang pemuda sudah memiliki doa yang selalu ia panjatkan kepada Allah. Ia berharap, suatu hari nanti Allah memberinya pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah, sehingga ketika berkeluarga ia bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama istri dan anak-anaknya.

Ia juga berdoa agar Allah menganugerahinya seorang istri dengan kriteria yang ia harapkan.

Doa itu terus ia panjatkan selama bertahun-tahun. Saat itu, bekerja dari rumah terasa seperti sesuatu yang hampir mustahil. Bagaimana mungkin seorang laki-laki bisa bekerja tanpa harus keluar rumah seharian? Pada masa itu, sebagian besar pekerjaan memang mengharuskan seseorang berangkat pagi dan pulang sore atau malam.

Namun ia tetap berdoa.

Waktu berlalu. Ia tumbuh dewasa, menikah, dan menjalani kehidupan rumah tangga. Hingga bertahun-tahun kemudian, ia baru menyadari bahwa Allah ternyata telah mengabulkan doanya sejak lama.

Ia mendapatkan pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah. Ia bisa menemani istrinya, menyaksikan anak-anaknya tumbuh, dan lebih banyak hadir dalam kehidupan keluarganya.

Namun ada hal yang lebih mengharukan.

Setelah menjalani rumah tangga, ia baru mengetahui bahwa istrinya ternyata juga pernah memanjatkan doa yang hampir sama. Jauh sebelum mereka bertemu, istrinya berdoa agar kelak dipertemukan dengan seorang suami yang pekerjaannya bisa dilakukan dari rumah, sehingga mereka dapat menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga.

Saat itu, istrinya pun menganggapnya seperti sesuatu yang sulit terwujud.

Dua orang yang belum pernah bertemu. Dua doa yang dipanjatkan tanpa saling mengetahui. Namun ternyata, Allah sedang menyiapkan jawaban dari keduanya.

Sampai akhirnya Allah mempertemukan mereka, memberikan pasangan yang mereka doakan, sekaligus menghadirkan pekerjaan yang dahulu mereka anggap hampir mustahil.

Dan setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan bersama, mereka baru menyadari:

Ternyata selama ini, mereka sedang hidup di dalam doa yang pernah mereka panjatkan.

Maka jangan pernah meremehkan doa.

Bisa jadi hari ini kita menganggapnya terlalu jauh. Bisa jadi kita merasa mustahil. Bahkan mungkin kita sudah lupa bahwa dahulu kita pernah memintanya.

Tetapi Allah tidak pernah lupa.

Kita yang sering lupa dengan doa-doa kita, sementara Allah tidak pernah lupa dengan apa yang kita minta kepada-Nya.

Teruslah berdoa dan jangan tergesa-gesa.

Karena ketika waktunya tiba, bisa jadi kita akan menatap apa yang sedang kita jalani hari ini dan berkata:

“Ya Allah... ternyata ini yang dulu aku minta.”