Dalam dakwah dan amal kebaikan, terkadang kita melihat orang-orang yang seakan-akan dipilih oleh Allah untuk menjadi bagian dari berbagai kebaikan.
Jika ada kegiatan kajian, wajah mereka kembali terlihat. Dalam kepanitiaan, mereka ikut membantu. Ada yang menjadi tukang parkir dadakan, membantu membersihkan tempat, mengangkat barang, menata ruangan, menyiapkan konsumsi, dan berbagai pekerjaan lainnya. Menariknya, mereka melakukannya dengan semangat dan kegembiraan.
Datang ke majelis ilmu, wajah-wajah itu lagi. Ada kegiatan sosial, mereka lagi. Ketika terjadi bencana dan dibutuhkan bantuan, mereka pula yang paling cepat bergerak. Padahal mereka memiliki pekerjaan, keluarga, dan banyak kesibukan. Bahkan terkadang kondisi mereka sendiri tidak lapang. Ada yang lelah setelah bekerja dan harus mengorbankan waktu istirahatnya.
Mereka juga tidak mendapatkan bayaran dari semua itu. Tidak ada gaji, tidak ada penghargaan, bahkan terkadang tidak ada yang mengetahui apa yang telah mereka kerjakan. Namun mereka tetap datang, karena mereka berharap kepada Allah.
Terkadang kita sampai bertanya-tanya, “Mengapa orang ini hampir selalu ada dalam setiap kebaikan?” Mungkin inilah salah satu bentuk taufik dari Allah. Allah membukakan bagi seseorang banyak pintu amal: kajian, kepanitiaan, membantu kaum muslimin, menjenguk orang sakit, membantu korban bencana, dan berbagai kebaikan lainnya.
Betapa indah jika kita termasuk di antara mereka. Jangan hanya kagum melihat orang-orang yang seperti itu. Berusahalah menjadi salah satunya. Perbaiki diri, perbaiki hubungan dengan Allah, dan perbanyak doa agar Allah memberikan taufik untuk mencintai dan bersemangat dalam kebaikan.
Latih diri untuk tidak selalu bertanya, “Apa yang akan saya dapat?”, tetapi belajar bertanya, “Apa yang bisa saya lakukan untuk agama Allah dan membantu kaum muslimin?”
Sebab bisa jadi, suatu hari nanti ketika ada sebuah kebaikan, orang-orang akan berkata, “Di mana ada kebaikan, biasanya dia ada di sana.”
Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang selalu dimudahkan untuk hadir dalam kebaikan, mencintai kebaikan, bersemangat dalam kebaikan, dan istiqamah sampai akhir hayat.
Karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk berbuat baik. Dan ketika Allah terus-menerus memberikan kita kesempatan untuk berbuat baik, jangan-jangan itu adalah bentuk kasih sayang dan taufik dari-Nya.