Di antara hal yang menakjubkan dari manusia pada masa penuh fitnah ini adalah:
Ia merasa tidak mampu membaca minimal 10 ayat Al-Qur’an setiap hari. Namun, ia mampu membaca ratusan bahkan ribuan percakapan dalam sehari; membaca komentar demi komentar yang sering kali justru merusak hati, membicarakan aib orang lain, bahkan mengikuti berbagai hal yang tidak memberikan manfaat bagi akhiratnya.
Untuk Al-Qur’an, ia berkata, “Tidak punya waktu.”
Namun untuk menggulir layar, membaca percakapan, mengikuti perdebatan, melihat komentar, dan mencari tahu perkara yang tidak bermanfaat, ternyata waktunya selalu ada.
Sungguh, ini adalah perkara yang patut kita renungkan.
Betapa sering kita merasa berat membuka mushaf, tetapi begitu ringan membuka media sosial. Betapa sedikit waktu yang kita berikan untuk kalamullah, tetapi begitu banyak waktu yang kita habiskan untuk membaca perkataan manusia.
Padahal hati kita membutuhkan Al-Qur’an jauh lebih besar daripada kebutuhannya terhadap semua percakapan tersebut.
Jangan sampai kita menjadi orang yang mengeluhkan sempitnya waktu untuk membaca Al-Qur’an, sementara waktu kita habis untuk sesuatu yang tidak mendekatkan kita kepada Allah.
Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal.
Dan barang dagangan Allah adalah surga.
Maka sungguh menyedihkan apabila kita menginginkan surga, tetapi untuk membaca Al-Qur’an beberapa ayat saja kita merasa berat. Kita ingin keselamatan di akhirat, tetapi hati kita justru lebih sering diberi makan oleh fitnah, ghibah, perdebatan, dan perkara-perkara yang melalaikan.
Mari kita jujur kepada diri sendiri:
Bukan kita tidak punya waktu. Bisa jadi, kita yang belum memberikan Al-Qur’an tempat yang semestinya dalam kehidupan kita.
Semoga Allah memperbaiki hati kita, mencintakan kepada kita Al-Qur’an, memberikan kita kekuatan untuk membacanya, mentadabburinya, mengamalkannya, dan menjadikannya hujjah bagi kita, bukan hujjah yang memberatkan kita.
Ya Allah, jangan jadikan kami orang-orang yang memiliki banyak waktu untuk dunia, tetapi selalu merasa tidak memiliki waktu untuk Al-Qur’an.